Hadis hadis tentang Bulan Ramadahn

 

1. Ramadan menghapus dosa

Arab:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Arti:
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)


2. Pintu surga dibuka

Arab:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Arti:
“Jika datang Ramadan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari & Muslim)


3. Puasa adalah perisai

Arab:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ

Arti:
“Puasa itu perisai. Maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.”
(HR. Bukhari & Muslim)


4. Pahala puasa khusus dari Allah (Hadis Qudsi)

Arab:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Arti:
“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

5. Bau mulut orang puasa

Arab:
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Arti:
“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.”
(HR. Bukhari & Muslim)


6. Keberkahan sahur

Arab:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Arti:
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari & Muslim)


7. Menyegerakan berbuka

Arab:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Arti:
“Manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari & Muslim)


8. Dua kebahagiaan orang puasa

Arab:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Arti:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu Tuhannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


9. Cari Lailatul Qadar

Arab:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Arti:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari & Muslim)


10. Pahala Lailatul Qadar

Arab:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Arti:
“Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)


11. Jika diajak bertengkar

Arab:
فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

Arti:
“Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari & Muslim)


12. Tinggalkan dusta

Arab:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Arti:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)


13. Pintu Ar-Rayyan

Arab:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ

Arti:
“Di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa masuk darinya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


14. 

Arab:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ السَّحُورُ

15. Hadis kebiasaan Nabi saat berbuka

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
(HR. Sunan Abu Dawud dan Jami' at-Tirmidzi)

Artinya:
“Rasulullah ﷺ berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum salat. Jika tidak ada kurma segar, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air.”

Arti:
Perbedaan puasa kita dengan ahli kitab adalah sahur.

16.  Hadis anjuran berbuka dengan kurma atau air

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
«إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالْمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُورٌ»
(HR. Sunan Abu Dawud dan Jami' at-Tirmidzi)

Artinya:
“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, karena kurma itu berkah. Jika tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu suci.”

17. hadis doa berbuka puasa

Hadis 1 – Doa “Dzahaba azh-zhama’u…”

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:
«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
(HR. Sunan Abu Dawud)

Artinya:
Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: “Rasulullah ﷺ apabila berbuka, beliau membaca: ‘Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah.’”

Hadis 2 – Doa “Allahumma laka shumtu…”

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:
«اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
(HR. Sunan Abu Dawud)

Artinya:
Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: “Nabi ﷺ apabila berbuka, beliau membaca: ‘Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.’”


penjelasan

Hadis doa berbuka kedua:

«اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

Status hadis:
Hadis ini tidak sekuat hadis pertama. Para ulama berbeda pendapat, namun mayoritas menilai lemah (dhaif).

Penjelasan ulama:

  • Diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud.

  • Dinilai dhaif oleh beberapa ahli hadis seperti:

    • Al-Albani

    • Sebagian ulama lain juga melemahkannya karena sanadnya terputus (mursal).

Namun:

  • Walaupun dhaif, maknanya baik dan banyak ulama membolehkan membacanya sebagai doa biasa (bukan diyakini pasti dari Nabi ﷺ secara kuat)

Hadis yang lebih kuat (lebih sahih)

Doa berbuka yang lebih kuat adalah:

«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»

Diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud dan dinilai hasan (baik) oleh para ulama.


18. Hadis tentang berpuasa karena melihat hilal:

Bahasa Arab:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
«صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ»
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Artinya:
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal (bulan Ramadan) dan berbukalah karena melihat hilal (Syawal). Jika tertutup awan atas kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari

19. Hadis Memberi Makan Orang Berpuasa

Arab:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Arti:
“Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi, hasan sahih)

20. Puasa 6 hari Syawal

Arab:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Arti:
“Barang siapa berpuasa Ramadan lalu diikuti enam hari Syawal, maka seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim)

Comments

Popular posts from this blog

Kutbah tentang Ramadhan

kutbah tentang Ramadhan 2