Kutbah tentang Ramadhan
Khutbah Pertama
Rukun pertama Hamdalah
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ
Terjemahan:
“Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Rukun kedua sholawat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ.
Arti:
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.
Rukun ketiga wasiat
Teks Arab:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
📖 Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 9)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah (معاشر المسلمين رحمكم الله)
Pertama tama marilah kita memanjatkan rasa puji dan syukur kita atas segala nikmat yang Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى (SWT) telah berikan kepada kita baik itu nikmat yang telah kita minta dalam doa doa kita ataupun nikmat yang Allah SWT langsung berikan kepada kita seperti kesehatan, kesempatan dan nikmat iman dan islam. Salam dan sholawat, kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi yang telah mengajarkan kita bagaimana hidup didunia ini dengan baik dan benar sesuai apa yang Allah SWT inginkan dan akhirnya mendapatkan surga Allah SWT.
Rukun ke empat :ayat alquran
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa: 124
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا ١٢٤
Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketawaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya dengan cara mempelajari Alquran dan Hadist.
Salah satu perintah Allah SWT yang wajib kita laksanakan adalah berpuasa di Bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan bulan yang sangat mulia ini. Bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an QS Al Baqarah 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, pandangan, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Sekali lagi Niat utama kita berpuasa adalah karena ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kita berpuasa bukan semata-mata untuk menahan lapar dan haus, tetapi karena Allah yang memerintahkan dan karena kita ingin menjadi hamba yang bertakwa.
Adapun jika ada manfaat lain seperti kesehatan, melatih disiplin, menurunkan berat badan, atau manfaat sosial, maka itu hanyalah hikmah dan bonus dari Allah, bukan tujuan utama.
Karena tujuan yang disebut langsung dalam Al-Qur’an adalah:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Dihadis lain Rasulullah ﷺ menegaskan dalam sabdanya:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Bulan Ramadhan adalah Bulan penuh ampunan dan bulan dimana pahala dilipat gandakan
Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dihadis yang lain Nabi Muhammad SAW bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَىٰ سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya; satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta‘ala berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan kemuliaan bagi orang yang berpuasa, karena Allah SWT sendiri yang menentukan pahala yang tidak terbatas, sesuai dengan kualitas puasa masing-masing individu walaupun malaikat itu mempunyai kemampuan menghitung segala amal dan dosa kita sekecil apapun walaupun sebesar zarrah. Zarrah menurut ulama adalah debu halus atau atom.
Ramadhan juga merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Oleh karena itu, marilah kita hidupkan Ramadhan dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Minimal kita menghatamkannya 1 kali dibulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan Nabi. lebih bagus lagi kalau kita bisa menghatamkan juga terjemahannya.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan dan mengajarkan (menyimak ulang) Al-Qur’an bersamanya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6 & 3220)
Jadi jangan lewatkan hari hari di Bulan Ramadahn tanpa berinteraksi dengan Al Quran dan bersedekah dan mengejakan amal baik yang lainya.
Selanjutnya adalah ketika kita berpuasa kita tetap harus makan sahur karena pada sahur itu ada berkah
dan juga ketika waktu buka tiba, kita harus segera makan agar puasa kita tetap Afdal. Jangan karena masih mampu menahan lapar dan haus membuat kita menunda nunda berbuka.
Penutup Kutbah pertama
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
Artinya:
“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik, dan penuh keberkahan di dalamnya.
Rukun Kutbah (wasiat)
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ
Artinya:
“Aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah.”
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوۡنُوۡا مَعَ الصّٰدِقِيۡنَ
Keseimpulan
Marilah kita sambut Ramadhan dengan niat yang ikhlas, memperbanyak shalat, sedekah, dzikir, dan amal kebajikan lainnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Penutup
Marilah kita menutup kutbah ini dengan berdoa kepada Allah SWT dengan khusuk
Doa
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ
Doa pertama
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا الصِّيَامَ وَالْقِيَامَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ
Artinya:
“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadan, terimalah dari kami puasa dan salat malam (ibadah kami), dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa.”
Doa kedua unutk kaum muslim (Rukun Kutab kedua)
Teks Arab
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
Terjemahan
"Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin laki-laki dan perempuan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup di antara mereka maupun yang sudah meninggal dunia."
Arti:
“Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Terjemahan
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ
'dan kerjakanlah sholat)
Comments
Post a Comment